
Dear customer, online order operates as usual. We are currently experiencing delays with order dispatch due to the ongoing Coronavirus pandemic. However, we are trying our best to ship your item as soon as possible!
Postage charges
Domestic Delivery
Postage fees for domestic delivery are as below:
-West Malaysia – RM 10
-Sabah & Sarawak – RM 15
For the first 1KG and subsequent additional gram is as per Courier Tariff Rate.
International Delivery
We charge based on Courier International postage fees.
rentong | |||||||||||
By: Shahnon Ahmad | |||||||||||
Brand: jejak tarbiah | |||||||||||
| |||||||||||
| |||||||||||
| |||||||||||
|
|||||||||||
| |||||||||||
| |||||||||||
“Selama ini sudah berapa kali orang di sini menolong kita?”
“Sekerat beras pun aku tak pernah merasai pertolongan mereka. Yang mereka tahu hanya mengecam aku. Aku buas. Aku harimau kampung. Aku iblis. Semua suka melihat kita berpindah dari sini.”
Dipulaukan, disalah erti dan dipandang hina — itulah pandangan orang Kampung Banggul Derdap terhadap Pak Kasa yang melarat hingga kepada anaknya, Semaun.
Apabila lembu bunting Dogol dibaham harimau, inilah peluang yang digunakan olehnya untuk mencoreng arang di muka keluarga arwah Pak Kasa. Maka, tersebarlah khabar bahawa Semaunlah yang menakik keting lembu dan menjual daging bangkai yang hakikatnya menjadi santapan pak belang.
Berhasilkah usaha Semaun membersihkan nama baik keluarganya?
Atau akan rentungkah segalanya dijilat api dendam Dogol?
Nantikan kesudahannya dalam novel sulung karya Sasterawan Negara, Shahnon Ahmad yang diterbitkan buat pertama kali pada tahun 1965.
|
|
You may like it too. |
|
|